Aplikasi PeduliLindungi Diwajibkan Tuk Perjalanan Dalam Negeri

Aplikasi PeduliLindungi Diwajibkan Tuk Perjalanan Dalam Negeri

Pemerintah mengubah aturan perjalanan dalam negeri saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan.

Sebelumnya, pemudik diharuskan menggunakan Surat Tanda Registrasi Tenaga Kerja (STRP), kini digantikan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindung.

Ketentuan ini tertuang dalam adendum Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Bagi Penduduk Daerah di Masa Pandemi Covid-19.

“Tujuan penambahan surat edaran ini adalah untuk mencabut ketentuan pemasangan STRP dan menambah ketentuan bagi setiap pemudik domestik dan seluruh operator angkutan yang menggunakan aplikasi PeduliLindung,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Tanggap COVID-19. Ganip Warsito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ganip Warsito mengatakan, tujuan pemberian suplemen itu untuk memantau, mengendalikan dan mengevaluasi COVID-19 menggunakan aplikasi PeduliLindung untuk memeriksa hasil RT-PCR atau usap telinga negatif dan telah divaksinasi.

Berdasarkan keputusan rapat koordinasi terbatas tingkat menteri pada Selasa (31/9), Janib mengatakan, mekanisme pengendalian perjalanan warga perlu diubah untuk menindaklanjuti perkembangan situasi di tanah air. Menghadapi COVID-19.

Perubahan dimaksud Ganip berkaitan dengan perjalanan rutin yang menggunakan transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan metropolitan, kecuali untuk persyaratan menunjukkan STRP atau surat penunjukan dan/atau surat keterangan perjalanan lainnya.

Baca Juga :   OASE Luncurkan Tablet Rp 1 Jutaan,  Belajar Online Lancar

Penambahan itu juga menambahkan beberapa ketentuan, di antaranya setiap Wisatawan Dalam Negeri (PPDN) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindung sebagai syarat untuk bepergian di dalam negeri, kata Ganip.

“Setiap operator moda transportasi wajib menggunakan PeduliLindungi untuk memeriksa hasil RT-PCR atau tes usap telinga yang hasilnya negatif dan telah memvaksinasi dosis pertama atau dosis penuh setiap penumpang domestik saat check-in,” katanya.

Ditambahkan Janep, penambahan tersebut berlaku mulai Sabtu (7/9) dan hingga nanti akan ditentukan dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai perkembangan terkini di lapangan atau hasil evaluasi dari kementerian/lembaga terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *